Oleh: astutiamin | Agustus 7, 2009

ENZIM DAN KOENZIM

Proses terbentuknya kompleks enzim substrat sebagai berikut:

  1. Mula-mula substrat melakukan kontak dengan enzim yang aktif.
  2. Bila bentuk subtract sesuai dengan bentuk yang aktif dari enzim maka enzim dan substrat melakukan penyatuan.
  3. Penyatuan substrat dengan enzim membentuk kompleks enzim substrat

Cara Michaelis dan Menten membuktikan hipotesis mereka bahwa dalam reaksi yang menggunakan enzim terjadi terlebih dahulu kompleks enzim

Dalam reaksi enzim terjadi lebih dahulu kompleks enzim substrat yang kemudian menghasilkan hasil reaksi dan enzim kembali reaksi hipotesisnya adalah:

Enzim (E) + Substrat (S)  = kompleks enzim substrat (ES) = Enzim + hasil reaksi (P)

Michaelis dan Menten dalam hipotesisnya menyimpulkan bahwa kecepatan reaksi tergantung pada konsentrasi kompleks enzim substrat, sebab apabila tergantung pada konsentrasi substrat maka penambahan konsentrasi substrat akan menghasilkan pertambahan kecepatan reaksi yang apabila digambarkan akan merupakan garis lurus.

Peranan enzim-enzim yang termasuk golongan hidrolisis dan contohnya.

Enzim hidrolase berkerja sebagai katalisis pada reaksi hidrolisis. 3 jenis hidrolisis yaitu:

  1. Memecah ikatan ester, misalnya esterase, lipase, fosfatase.
  2. Memecah glikosida, misalnya amylase (a, b, g)
  3. Memecah ikatan peptide, misalnya pepsin dan papain

Pengaruh konsentrasi substrat terhadap kecepatan suatu rekasi yang menggunakan enzim.

Konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi, akan tetapi pada batas konsentrasi tertentu, tidak terjadi kenaikan kecepatan reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar.

Peranan dan manfaat inhibitor dalam reaksi yang menggunakan enzim.

Peranan inhibitor dalam reaksi:

  • Inhibitor reversible bersaing, bentuk mirip dengan substrat dan dapat berikatan dengan bagian aktif enzim sehingga tidak terjadi reaksi.
  • Inhibitor reversible tidak bersaing, berikatan dengan bagian tidak aktif dari enzim sehingga tidak terjadi reaksi.
  • Inhibitor irreversible, dapat berikatan dengan enzim dan menyebabkan enzim berubah bentuk sehingga aktivitas katalitik enzim menurun.
  • Inhibitor Alosterik, dapat berikatan dengan enzim dan bagian aktif enzim berubah bentuk sehingga ikatan antara enzim dan substrat tidak terbentuk.

Dengan demikian inhibitor dapat mengatur mekanisme reaksi yang terjadi dalam tubuh.

Koenzim dan hubungannya dengan beberapa vitamin

  1. Koenzim: molekul organic kecil, tahan terhadap panas yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialysis. Contoh: NAD, NADP, ATP.
  2. Vitamin: golongan senyawa kimia yang terdapat dalam jumlah kecil makanan tetapi mempunyai arti penting, sebab jika kekurangan vitamin maka akan menimbulkan penyakit seperti beri-beri, skorbut, rabun senja, dan lain-lain.
  3. Hubungan keduanya adalah beberapa koenzim mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin tertentu. Pada koenzim tertentu molekul vitamin menjadi bagian dari molekul tersebut. contohnya ada 9, salah satumya Niasin. Niasin adalah nama vitamin yang beberapa molekul nikotinamida/asam nikotinat. Niasin terdapat dalam jaringan hewan maupun tumbuhan. Daging adalah bahan makanan yang mengandung banyak niasin. Molekul nikotinamida terdapat sebagai bagian dari molekul NAD+ atau NADP+ yang merupakan koenzim.
About these ads

Responses

  1. thanks, sajiannya membantu dalam tugas.

  2. makaci info na


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: